Sabtu, 27 Juli 2019

Masya Allah, divonis akan meninggal, lumpuh malah menjadi penghapal Alquran

Masya Allah, divonis akan meninggal, lumpuh malah menjadi penghapal Alquran

Masya Allah, divonis akan meninggal, lumpuh malah menjadi penghapal Alquran



Masih Ingat denganA Alana, lengkapnya Alana Ragil Prasetyo, hafiz cilik penyandang difabel asal Desa Merden Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara.

Apalagi, pada tanggal 10-21 Juli 2017 lalu, ia berhasil memenangkan musabaqoh hafiz Al Quran tingkat Asia di Padang. 

Tak heran, jika saat ini ia bersama keluarganya mendapat undangan haji khusus dari salah satu ulama besar di Arab Saudi. 

Namun, apa yang telah diraih Alana bukan lantas keajaiban yang langsung turun dari langit. 

Ini semua berkat ketekunan dan kesabaran sang ibunda, Darsiah. Sebab, Alana lahir prematur dengan berat 13 ons, ia sudah akrab dengan yang namanya rumah sakit karena harus menjalani proses inkubasi selama 40 hari. 

"Bahkan saat itu, dokter pernah memvonis jika Alana meninggal dunia. Kami sekeluarga hanya bisa pasrah, Namun saat hendak dibawa pulang kemudian muntah dan dokter kembali melakukan penanganan," kenang Darsiah, Senin (31/7/2017). 


Namun seiring waktu berjalan, kaki Alana tidak bisa untuk berjalan seperti anak pada umumnya. Melihat kondisi ini, tidak lantas membuat Darsiah dan Martono ayah Alana menyerah. Ia terus melatih dan memberlakukan Alana sama seperti dua kakaknya, yakni Bayu dan Aditya. 

"Dengan usaha dan doa, saya terus mengajari Alana untuk membaca Al Quran. Saya mulai mengajarkan Iqra' sejak ia mulai bisa ngomong," ujarnya. 

Darsiah mengaku selalu melatih Alana dalam menghafal Al Quran, utamnya dilakukan pagi hari sebelum beraktifitas. Selama ini, dirinyalah yang rutin mengajari Alana menghafal Al Quran. sedang sang ayah mencarikan nafkah untuk kebutuhan sehari-hari dengan kerja serabutan. 

Hingga sekarang ini, Alana sudah hafal 8 juz. Jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat saat ini semangat Alana untuk menghafal tidak pernah redup. 


Penghargaan atas prestasi Alana pun datang dari Arab Saudi. Ya, Syekh Khalid Al Hamudi melalui yayasan Al Manarah, ia mengundang Alana beserta keluarganya untuk menjalakan rukun Islam kelima di tanah suci. 

"Keperluan seperti paspor dan lain-lainnya sudah selesai. Kami tinggal menunggu kepastian tanggalnya kapan. Informasi terakhir yang saya dapat itu Bulan Agustus 2017 besok ini," tambahnya.

Kamis, 12 Oktober 2017

Ternyata inilah rahasia tentang Senjata SAGL Impor oleh Brimob

Ternyata inilah rahasia tentang Senjata SAGL Impor oleh Brimob

Terjadi perbedaan pendapat antara TNI dan Polri terkait Senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang diimpor Brimob.

Senjata asal Bulgaria ini diimpor oleh PT. Mustika Duta Mas. Rencananya akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024.

Sejak kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada 29 September lalu, telah mengundang banyak perdebatan mengenai kemampuan atau spesifikasi SAGL tersebut.

Berikut sejumlah fakta perbedaan pandangan antara TNI dan Polri mengenai SAGL:

1. Kakor Brimob Irjen Pol Murad Ismail mengatakan SAGL Kaliber 40 x 46 mm merupakan senjata yang tidak dapat membunuh tapi hanya memberi efek kejut.

2. Masih menurut Kakor Brimob, SAGL Kaliber 40 x 46 mm tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan sesuatu seperti tembok ataupun anti tank.

3. Dijelaskan pula senjata tersebut dapat menggunakan peluru karet, peluru hampa, peluru gas air mata, peluru asap, dan ada juga peluru yang menimbulkan ledakan.

4. Polri menyatakan senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk di Soekarno Hatta, sebenarnya sudah ketiga kalinya diadakan. Antaralain pada 2015, 2016, dan sekarang 2017.

5. Namun menurut TNI, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki amunisi seperti yang diimpor Mabes Polri yakni 5.932 amunisi untuk arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter.

6. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan amunisi tersebut memiliki dua keistimewaan.

7. Kata TNI, setelah meledak, peluru itu kemudian meledak untuk kali kedua dan menimbulkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yang melukai maupun mematikan.

“Granat ini bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa. TNI sendiri sampai saat ini tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu,” kata Wuryanto saat memberikan keterangan pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

8. Masih berdasarkan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, amunisi yang dikemas dalam 71 koli itu mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak mencapai 400 meter.

9. Selain itu belum ada aturan sebagai payung hukum agar amunisi tajam tersebut bisa dimiliki selain institusi militer.

10. Inpres No 9 tahun 1976 tentang Pengawasan Senjata Api memuat aturan bahwa senjata untuk nonmiliter di bawah 5,56 milimeter.

Sementara untuk standar militer adalah di atas 5 milimeter.

Penyimpanan amunisi tajam itu semata-mata untuk menegakkan aturan hingga ada aturan yang baru.

11. Ia jelaskan pula, amunisi yang diimpor dari Bulgaria untuk korps Brimob itu aman selama penyimpanan karena gudang penyimpanan TNI sudah sesuai standar.


Sabtu, 30 September 2017

Ajaib!!! Los Blancos pun Bermain dengan 12 Pemain

Ajaib!!! Los Blancos pun Bermain dengan 12 Pemain
Kekalahan 0-1 dari Real Betis (21/09/17) masih menyisakan satu cerita bagi Real Madrid. Pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu seperti sebuah laga yang mahaberat bagi skuat Los Blancos. Ini bisa terlihat di satu momen yang terjadi pada 20 menit terakhir pertandingan.

Seperti dirilis AS, momen yang terjadi itu bisa dibilang menunjukkan kegugupan dan rasa frustrasi skuat Madrid akibat tak kunjung menjebol gawang Betis. Bagaimana tidak, Madrid sempat memainkan 12 orang di atas lapangan.

Situasinya dimulai saat Marcelo mengalami cedera pada menit ke-72. Melihat kondisi Marcelo yang tak bisa melanjutkan pertandingan, Zinedine Zidane pun memasukkan Lucas Vasquez. Di saat yang bersamaan, ternyata Borja Mayoral pun ikut masuk ke dalam lapangan.

Rupanya wasit keempat salah memasang nomor pada papan petunjuk. Dia memasang nomor 12 dan 21. Nomor 12 merupakan milik Marcelo sementara 21 dipakai oleh Borja Mayoral. Sementara Zidane lebih dulu memilih Vasquez untuk menggantikan Marcelo. Vasquez sendiri memiliki nomor punggung 17.

Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, dua pemain termahal Real Madrid yang dibuat tak berkutik saat melawan Real Betis. Copyright: INDOSPORTCristiano Ronaldo dan Gareth Bale, dua pemain termahal Real Madrid yang dibuat tak berkutik saat melawan Real Betis.

Masalahnya, saat kedua pemain tersebut masuk tak ada pemain lain yang keluar lapangan selain Marcelo. Pertandingan sempat berlangsung beberapa saat hingga kemudian wasit Mateu Lahoz menyadari jika Madrid kelebihan pemain. Ia pun menghampiri Zidane untuk menarik satu pemain lagi.

Karena kondisi pertandingan tengah berjalan, maka wasit pun menunggu bola keluar lapangan. Saat itu Luka Modric yang nantinya ditarik Zidane masih sempat menyundul bola hasil tendangan sudut. Beruntung, sundulannya tak membuahkan gol. Andai terjadi gol, dapat dipastikan akan menimbulkan masalah karena saat itu Madrid tengah bermain dengan 12 pemain. 

sumber